Minggu, 29 Desember 2013

poposal TAK

BAB  I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Terapi Modalitas adalah terapi utama dalam keperawatan jiwa, terapi ini diberikan dalam upaya mengubah perilaku pasien yang maladaptif menjadi adaptif. Salah satu dari terapi modalitas adalah yaitu terapi kelompok. Terapi kelompok adalah suatu psikoterapi yang dilakukan oleh sekelompok pasien secara bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin dan diarahkan oleh seorang terapis.
TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) adalah salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama (keliat, 2006).
Tujuan dari terapi ini adalah klien mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi, saling memperhatikan, memberi tanggapan kepada orang lain, mengekspresikan ide serta menerima lingkungan. Keuntungan yang dapat diperoleh dari terapi kelompok adalah dukungan, peningkatan kemampuan, pemecahan masalah dan meningkatkan uji realitas pada harga diri rendah.
Sosialisasi adalah hubungan antara orang dengan orang lainnya yang didalamnya salin membutuhkan dan dapat saling tolong menolong. Model yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah model sosialisasi interpersonal. Berdasarkan hasil di lapangan, pasien mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Oleh karena itu kelompok menganggap perlu dilakukan terapi kelompok menganggap perlu dilakukan terapi kelompok untuk pasien yang mengalami kesulitan dalam bersosialisasi.

B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum :
Peserta TAK mampu meningkatkan hubungan interpersonal anggota kelompok, berkomunikasi, saling memperhatikan, mampu berespon terhadap stimulasi yang diberikan.
2.      Tujuan Khusus :
a.       Klien mampu memperkenalkan diri
b.   Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
c.   Klien mampu bercakap – cakap dengan anggota kelompok
d.   Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
e.   Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi padaorang  lain.
f.   Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosial kelompok
g.  Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAKS yang telah dilakukan.
3. Tujuan hari ini :
a. Klien dapat menyebutkan identitas dirinya (nama, asal tempat tinggal & hobby)
b. Klien dapat berkenalan dengan orang lain
c. klien dapat mengungkapkan perasaannya, selama dan setelah TAK
d. Klien dapat menerima realita dana dapat mengungkapkan perasaan yang diharapkan
e. Metode TAK : Sosialisasi sesi I dan II.



C.    Sasaran
1.      Persyaratan anggota kelompok
Kegiatan terapi ini akan diikuti oleh klien yang mengalami gangguan fungsi mental seperti skizofrenia yang telah diseleksi dengan kriteria :
a.       Klien kooperatif
b.      Klien dalam keadaan tenang
c.       Klien yang tidak mempunyai gangguan kesehatan fisik
d.      Klien yang dapat berkomunikasi
2.      Jumlah anggota kelompok
6 (enam) orang
3.      Anggota Kelompok :
a.       Ny. Yanti
b.      Ny. Diarti
c.       Ny. Neng Nuraeni
d.      Ny. Eliza
e.       Ny. Endang
f.       Ny. Mimin
D.    Persiapan
1.      Proses seleksi
a. Berdasarkan observasi perilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh perawat.
b. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai perilaku klien sehari-hari serta kemungkinan dilakukan kelompok pada klien tersebut dengan perawat ruangan.
c. Melakukan kontak mata pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan lakukan.
d. Mengidentifikasi klien yang memiliki masalah dalam bersosialisasi.
E. Kriteria Evaluasi
65% anggota kelompok dapat mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan dengan kriteria :
1.      Klien dapat memperkenalkan dirinya
2.      Klien dapat bekerjasama dalam kegiatan TAK
3.      Klien dapat bersosialisasi dengan anggota kelompok TAK.
F. Jadwal Kegiatan
Hari/Tanggal                       : Selasa, 12 November 2013
Tempat                                : Ruang Nuri Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat
Lama                                   : 30 menit
G. Metode Pelaksanaan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi
4. Bermain peran
5. Brain storming
H. Media dan Alat
1. Tape Recorder
2. Balon
3. Kaset
I. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Terapis
Pengorganisasian dan uraian tugas terapis
1.    Leader
Tugas :
a.               Menyeleksi peserta TAK
b.              Membuka acara
c.               Memperkenalkan anggota TAK
d.              Menjelaskan tujuan TAK
e.               Menetapkan jalannya tata tertib
f.               Memimpin jalannya TAK
g.              Mengatur jalannya TAK
h.             Dapat mengambil keputusan yang tepat dan dapat menyimpulkan hasil TAK pada kelompok terapi tersebut
i.                Menutup jalannya TAK
2.         Co Leader
Tugas :
a.                   Mendampingi leader
b.                   Membantu leader menjalankan tugasnya
c.                   Mengambil alih acara jika leader pasif dan menyerahkan acara
d.                  Mengingatkan leader bila diskusi menyimpang
e.                   Bersama leader memberi contoh kerjasama yang baik
3.         Fasilitator
Tugas :
a.                   Mendampingi klien saat diskusi
b.                   Mengarahkan klien saat diskusi
c.                   Memfasilitasi klien saat kegiatan berlangsung
d.                  Memotivasi peserta agar aktif dalam TAK
e.                   Menjadi contoh bagi klien selama kegiatan
4.         Observer
Tugas :
a.                   Mengamati dan mencatat respon klien selama kegiatan
b.                   Mengidentifikasi motivasi klien dalam mengikuti TAK
c.                   Mencatat hasil dari diskusi
d.                  Memberikan tanggapan terhadap jalannya kegiatan
J. Tata Tertib
1. peserta bersedia mengikuti TAK
2. Peserta hadir 5 menit sebelum acara dimulai
3. peserta tidak boleh makan, minum, ataupun merokok
4. Peserta tidak boleh meninggalkan tempat dan wajib mengikuti kegiatan sampai selesai.
5. peserta harus bermain secara sportif
6. meminta izin dengan mengacungkan tangan ketika ingin ke toilet
7. peserta harus menerima keputusan dan hasil akhir
8. jika ada anggota melakukan hal – hal yang mengganggu jalannya TAK maka anggota tersebut dikeluarkan dari kegiatan TAK
K. Strategi pelaksanaan
1. Fase perkenalan 5 menit
a. therapis mempersiapkan lingkungan dan selanjutnya mengatur posisi
b. mengucapkan salam
c. memperkenalkan anggota yang hadir
d. therapis menjelaskan tujuan TAK
e. therapis menjelaskan topik yang akan dibahas
f. membuat kontrak waktu
g. membacakan tata tertib
2. Fase kerja 15 menit
a. penjelasan tentang sosialisasi
b. meminta anggota kelompok/peserta saling berkenalan
c. permainan dimulai dengan lagu disetel dan peserta saling berpasangan melakukan joged balon
d. ketika lagu berhenti peserta harus diam dan menjaga agar balon tidak jatuh
e. peserta yang balonnya jatuh dihukum dengan pertanyaan sosialisasi dan mempraktekkan cara berkenalan.
3. Fase Terminasi 10 menit
a.       Leader meminta tanggapan dari klien terhadap kegiatan yang telah dilakukan
b.      Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti kegiatan TAK tersebut.
c.       Menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan dan memotivasi anggota kelompok untuk mengikuti kegiatan lainya yang positi.
d.      Observer memberikan tanggapan terhadap jalannya TAK.
e.       Menutup acara.



L. Setting tempat
            : Leader
            : Co Leader
            : Pasien
            : Fasiliator
            : Observer

M.Program Antisipasi
1.      jika peserta menghindari pertemuan maka leader memberitahukan ia harus langsung di forum diskusi.
2.      Bila ada peserta yang menggunakan kekerasan maka leader dibantu fasilitator untuk mengarahkan klien pada tingkah laku yang asertif.
3.      Jika ada hal hal diluar perencanaan libatkan perawat yang bersangkutan.
N. Evaluasi dan dokumentasi
1. Evaluasi
            Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Di evaluasi kemampuan klien memperkenalkan diri secara verbal dan non verbal. Fornat evaluasinya adalah sebagai berikut.

a.       Kemampuan verbal
No
Aspek yang dinilai
Nama klien




1.
Menyebutkan nama lengkap sendiri




2
Menyebutkan nama panggilan sendiri




3
Menyebutkan hobi sendiri




4
Melatih cara berkenalan




5
Menyampaikan pendapat kelompok tentang manfaat kegiatan





b.      Kemampuan non verbal
No
Aspek yang dinilai
Nama klien




1.
Kontak mata




2
Duduk tegak




3
Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai




4
Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir





Petunjuk :
1)      Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang mengikuti TAK
2)      Untuk tiap klien, semua aspek dinilai dengan memberi tanda (√) jika ditemukan pada klien atau tanda (x) jika tidak ditemukan.


2.      Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dinilai klien saat terapi pada catatan proses keperawatan tiap tiap klien. Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien
O. Penutup
Demikian proposal ini kami susun semoga bisa bermanfaat bagi proses terapi. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kelancaran dan perbaikan kegiatan TAK.












BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A.    Pengertian
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu untuk belajar dan menyesuaikan diri tentang bagaimana cara hidup dan cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfugsi dalam kelompoknya.(Charlotte Buehler)
Sosialisasi adalah sutatu proses yang menempatkan anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di tempat dia menjadi anggota.(Soerjono Soekanto)
Sosialisasi adalah proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakatnya untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok.(Bruce J.Cohen)
sosialisasi adalah proses seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlakukannya agar dapat berfungsi sebagai orang dewasa dan sekaligus sebagai pemeran aktif dalam suatu kedudukan atau peranan tertentu di masyarakat. (Ritcher JR  1987 : 139)
B.           Tujuan sosialisasi
1.      Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
2.      Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif
3.      Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4.      Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
5.      Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik
6.      Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sebagai harapan masyarakat
7.      Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya
8.      Seseorang akan menyadari eksistensi dirinya terhadap masyarakat di sekelilingnya

C.        Manfaat Sosialisasi
1.  Mempunyai banyak teman
2. Dapat mengurangi beban atau masalah
3. Mengetahui perkembangan dan informasi
4. Mempererat silahturahmi

D.        Kerugian tidak bersosialisasi
1. Tidak mempunyai teman
2. Kesepian
3. Tidak mengetahui perkembangan dan informasi

E.        Cara Berkenalan
1. Senyum
2. Memberikan salam
3. Menjabat tangan (sambil menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, alamat dan hobby)
4. Menanyakan Identitas




DAFTAR PUSTAKA
Keliat, Budi Anna, 2005. Keperawatan Jiwa (Terapi Aktivitas Kelompok). Jakarta : EGC.
Keliat, Budi Anna, 2006. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Stuart and Sundeen, 1998. Buku Saku Keperawatan jiwa Edisi 3. Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar